Site icon Cari Hotel

Fakta Hotel Grand Inna Bali Beach Yang Bikin Tercengang!

grand inna bali beach

Beberapa hotel yang di bangun terus melejit dengan baik, ada pula sebaliknya. Dan tak sedikit bangungan hotel memiliki hal-hal terselubung atau cerita unik yang tak banyak orang mengetahuinya. Seperti yang terjadi pada hotel Grand Inna Bali Beach. Hotel berbintang 4 di Bali ini memang cukup tenar, namun ada beberapa fakta yang bikin tercengang nih. Daripada terus penasaran, yuk simak terus artikel di bawah ini.

Hotel Tertua di Bali

Grand Inna Bali Beach ternyata di bangun pada tahun 1962 oleh kontraktor asal Jepang Taisei Contraction. Proses pembangunan memakan waktu sekitar 3 tahun, hinggal selesailah hotel ini pada tahun 1965 dengan total kamar mencapai 300.

Akhirnya di resmikan secara perdana oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan beroperasi sejak 1 November 1966. Grand Inna Bali Beach pun di nobatkan menjadi hotel tertua di Bali dari hotel dan penginapan lainnya di pulau Dewata.

Di Bangun di atas Tanah Rampasan dari Tentara Jepang

Atas gagasan dari Presiden Indonesia kala itu yakni Soekarno, hotel ini di bangun di dataran Bali bekas rampasan dari tentara Jepang. Pada waktu itu Jepang menyerah tanpa syarat dari Indonesia dan meninggalkan tanah yang pernah di kuasai. Selain Grand Inna di Bali, masih adab beberapa daerah lainnya juga di usulkan oleh Bung Karno untuk di dirikan hotel sebagai salah satu misi Pariwisata Soekarno di Indonesia.

Total hotel yang di dirikan di atas tanah rampasan dari tentara Jepang ada empat hotel. Kesemuanya di harapkan Bung Karno bisa mengedepankan Indonesia dalam wadah pariwisata Internasional.

Baca Juga : Tempat Makan Enak Dekat Adimulia Hotel, Mulai dari Japanese Food hingga Italian Taste!

Telah 3 Mali Berganti Nama

Saat peresmian pertama oleh Sultan Hamengku Buwono IX, hotel ini bernama Bali Beach. Namun terjadi sebuah insiden kebakaran pada Januari 1993, gedung hotel ludes terbakar.

Kemudian hotel di bangun Kembali dan selesai pada Agustus 1993 kala itu. Dan di resmikan untuk kedua kalinya oleh Presiden Soeharto denga nama yang agak berbeda, yakni The Grand Bali Beach. Pada 4 Oktober 1993 akhirnya sudah bisa Kembali beroperasi.

Seiring berjalannya waktu, hotel ini Kembali berganti nama menjadi Inna Grand Bali Beach Hotel karena penggabungan perusahaan yang memegang wewenang hotel, yakni PT. Hotel Indonesia Internasional dengan PT. Natour. Beberapa waktu kemudian terjadi sedikit perubahan yakni menjadi Grand Inna Bali Beach Hotel hingga sekarang.

Baca Juga : Oakwood PIK – Akomodasi Mewah Tersertifikasi CHSE

Satu-satunya Hotel Dengan Tinggi Lebih Dari 15 Meter

Perlu kita ketahui bersama bahwa di Bali, bangunan tidak di perkenankan memiliki tinggi lebih dari 15 meter. Hal ini berlaku sejak di keluarkannya surat edaran dari Gubernur Kdh. TK.I Bali pada tanggal 22 November 1971 Nomor 13/Perbang. 16 14/II/a/1971 dengan pernyataan bahwa “Bangunan di Bali tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter, Bali tidak akan lagi memiliki bangunan yang tinggi.

Namun hotel Grand Inna Bali Hotel, di dirikan sebelum surat edaran tersebut dikeluarkan. Sehingga hotel ini menjadi yang tertinggi di Bali karena memiliki 10 lantai dan tinggi lebih dari 15 meter.

Hotel Terluas di Bali

Dari beberapa sumber, di jelaskan bahwa hotel ini adalah yang terluas di Bali. Di sertifikatnya tertera luar area hotel mencapai 48 hektar. Namun seiring waktu berjalan, Sebagian di area depan di ambil untuk pembangunan jalan By Pass Ngurah Rai pada tahun 1960-an yang menghubungkan Denpasar, Sanur, Kuta, dan Nusa Dua. Akhirnya luas area hotel ini akhirnya berkurang menjadi 42 Hektar.

Baca Juga : Bobobox, Hotel Kapsul Nomor #1 di Indonesia?

Kamar Khusus untuk Bung Karno

Sebelumnya kita ada membahas bahwa hotel Grand Inna Bali Beach pernah mengalami kebakaran pada tahun 1993. Saat itu, semua kamar habis terbakar kecuali 1, yang ada di kamar nomor 327 di lantai 3 bangunan.

Menurut kabar yang beredar, ternyata kamar ini di siapkakan khusus untuk bung Karno. Dan beberapa sumber menyatakan kalau kamar nomor 327 ini akan di gunakan oleh Soekarno untuk bersemedi, namun ini masih menjadi rumor.

Sangat di sayangkan, Bung Karno belum sempat mengunjungi hotel dan kamar khusus ini. Tak sedikit yang mempercayai bahwa kamar ini membawa kekuatan spiritual Soekarno sehingga masih utuh saat kebakaran terjadi, tentu ini di luar logika manusia. Namun rumor ini masih melekat di Grand Inna Bali Beach.

Baca Juga : Melia Bali Nusa Dua dan Artistik Pulau Dewata

Ruangan Khusus untuk Kanjeng Ratu Kidul

Selain kamar khusus untuk Bung Karno di atas, Grand Inna Bali Beach Hotel ternyata juga menyimpan sebuah kamar yang di peruntukkan khusus untuk Kanjeng Ratu Kidul. Letaknya ada di area cottage nomor 2401. Suasana kamar 2401 ini di penuhi dengan warna hijau, mulai dari kamar tidur hingga kamar mandi, semuanya di dekorasi serba hijau.

Aura mistis tentunya sangat tergambar di ruangan tersebut. Masyarakat Bali sangat kental akan kepercayaan kepada Ratu Kidul sebagai penguasa pantai Selatan Bali. Kamar ini pun tidak di sewakan kepada pengunjung untuk menginap. Namun pengunjung dapat berkunjung di setiap hari kamis pukul 17.00 – 21.00 WITA selama 30 menit saja.

PHK Ratusan Karyawannya

Fakta terakhir yang perlu kita ketahui, adalah hotel Grand Inna Bali Beach telah mem-PHK ratusan karyawannya. Mungkin kamu akan bertanya-tanya, kenapa? Apa yang terjadi?

Grand Inna Bali Beach adalah hotel BUMN, di Kelola oleh negara, bukan swasta, sehingga segala kebijakan hotel tergantung kebijakan negara.

Pada tahun 2022 lalu, pemerintah sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan. Dimana Kawasan tersebut memberikan fasilitas Kesehatan yang terbaik dan transfer ilmu Kesehatan yang apik sehinnga masyarakat tidak perlu lagi sampai ke luar negeri untuk perawatan medis. Pemerintah pun menetapkan lokasi KEK Kesehatan untuk pertama kalinya berada di Sanur, Denpasar, Bali.

Salah satu tempat yang akan di kembangkan menjadi Kawasan Kesehatan ialah Grand Inna Bali Beach. Pemilihan Kawasan ini juga di karenakan posisinya yang strategis di Sanur dan juga hotel mengalami kerugian besar hingga milyaran rupiah, sehingga berat untuk terus beroperasi. Kawasan hotel kedepannya akan di manfaatkan untuk kepentingan negara yang lain. Mau tidak mau, seluruh unit hotel ini harus berhenti beroperasi alias di tutup sejak pertengahan tahun 2022. Para karyawannya terpaksa menerima program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang jumlah mencapai 380-an orang.

Grand Inna Bali Beach Hotel

Nah, itulah sederetan fakta Grand Inna Bali Beach yang buat kita agak terkejut dan tercengang. Untuk kamu yang book hotel ini beberapa waktu lalu hingga sekarang masih tidak bisa juga pasti bertanya-tanya, dan inilah faktanya. Dari segenap hal yang menarik dari Grand Innal Bali Beach, berakhir dengan sisi yang Kamu tak perlu sedih dengan di tutupnya hotel ini padahal belum pernah menyinggahinya. Masih ada banyak hotel keren dan modern di Bali dengan view pantai yang akan membuat hari liburmu lebih berwarna.

Jadikan budget liburanmu lebih hemat dengan hadiah voucher hotel dari Seindo Travel, salah satu platform penyedia hotel dan penerbangan terbaik di Indonesia.

Dapatkan hadiahmu sekarang juga di sini >> Mau Hadiah Voucher Hotel

(Visited 52 times, 1 visits today)
Exit mobile version